Kita adalah capacity builder, institutional developer. Pengalaman lapangan sering menunjukkan kepada kita, bahwa memberdayakan organisasi tidak seperti membangun sebuah gedung. Mungkin saja kita memiliki gambar arsitektur di awal, sebuah rencana penguatan kapasitas organisasi yang (tampaknya) jelas dan terukur. Namun dalam perjalanannya ternyata proses penguatan tidaklah sesederhana itu.

Kita kadang lupa bahwa organisasi adalah sebuah organisme yang hidup dan terus bergerak. Organisasi bukanlah benda mati. Bukan bongkahan batu dan deretan bata yang harus ditata, yang kadang kemudian malah menjadi ‘penjara’ bagi ide dan visi orang-orang di dalamnya. Bicara soal organisasi, adalah bicara soal individu-individu dengan tujuan dan mimpi bersama tertentu.

Kita juga lupa tentang sesuatu. Kita bekerja dalam kerangka pemahaman sistem. Seperti kita tahu, di dalam sistem terdapat struktur, di mana fungsi-fungsi diletakkan pada masing-masing komponen struktur. Dan berdasarkan fungsi tersebut terbangunlah kebijakan dan prosedur organisasi. Yang sering kita lupa adalah bahwa ada relasi dan hubungan interaktif masing-masing komponen di dalam organisasi. Kadang kita sibuk dengan perkara mengukur, untuk suatu hal yang seharusnya bukan diukur, tetapi dipetakan.

Memahami proses penguatan kelembagaan sebaiknya bukan dengan cara melihat garis-garis tegas konstruksi organisasi. Tetapi mungkin dengan menyentuh tanah dan daun-daun tanaman di halaman, mencecap air hujan dan embun, merasakan angin dan mencoba mengerti pola cuaca yang melingkupinya.

“In life, a person can take one of two attitudes: to build or to plant. The builders might take years over their tasks, but one day, they finish what they’re doing. Then they find that they’re hemmed in by their own walls. Life loses its meaning when the building stops. Then there are those who plant. They endure storms and all the vicissitudes of the seasons, and they rarely rest. But unlike a building, a garden never stops growing. And while it requires the gardener’s constant attention, it also allows life for the gardener to be a great adventure. Gardeners always recognize each other, because they know that in the history of each plant lies the growth of the whole World.”
—Paulo Coelho