Sebuah diskusi dengan Sugeng Wibowo dan Kuswoyo, Tim ICT di Penabulu Alliance. Perbincangan ringan yang memunculkan kesadaran akan penggunaan ICT untuk pemenuhan  kebutuhan organisasi.

“Kalo menurutku kultur penggunaan dan pemanfaatan ICT antar satu organisasi dengan organisasi lain pasti akan berbeda. Tapi bagaimana pemakaian di organisasi untuk memenuhi kebutuhan organisasinya,” celetuk ringan Kuswoyo dalam obrolan siang itu.

Obrolan waktu itu memang kami sengajakan, bertopik, namun tetap santai. Mengelilingi meja oval, di tengah-tengah ruang tamu Tower II, sebutan yang kerap digunakan untuk markas kedua Penabulu. Topik pada sore itu adalah bagaimana menilai sebuah organisasi yang ideal dari aspek Information and Communication Technology (ICT).

Mula-mula Sugeng memberi gambaran awal, “Definisi ICT itu luas sebenarnya, misalnya ada sebuah organisasi yang kerjanya bagus, tidak punya internet, tapi setiap orang di dalamnya well communicate dengan handphone-nya, itu sudah bagus. Kadang orang cuma terpaku pada internet, web, dan dengan perangkat-perangkat yang seperti itu. Nah kalo bicara level ideal, ini ada tahapannya. Kita pinjam teorinya orang nih, pertama eksploitasi lokal, integrasi internal, desain ulang proses, desain ulang jaringan, sampai pada definisi ulang ruang lingkup organisasi.”

Lalu sambil membakar sebatang rokok yang baru, ia kembali menjelaskan “Ukurannya masih sangat bias sih. Penabulu saja bahkan belum ada integrasi loh. Maksudnya integrasi ini kita sudah punya misalnya data base SDM, sudah punya data base finance, sudah punya data base pelatihan, data base proyek, itu semua dalam satu sistem dengan single audit. Jadi kalo seseorang login dia bisa memonitor semuanya.”

“Nah, yang terjadi di Penabulu, setelah tahap eksploitasi lokal kemudian melompat ke tahap desain ulang proses. Jadi ini mengkritisi teorinya tadi, tidak perlu ada sebuah integrasi untuk bisa ke level selanjutnya. Nah itu kalo bicara ideal atau tidaknya, susah juga”.

“Lalu, kalau pengelolaan ICT yang ideal itu yang kayak gimana?”, tanya Tino Yosepyn, satu-satunya perempuan yang juga ikut dalam obrolan itu.

“Kalo aku sih, yang aktifitas organisasinya itu terekam semua”, Kuswoyo menimpal pertanyaan Tino, suasana hening sejenak.

“ICT itu luas ya…”, Sugeng memecah kebisuan. “Kalo kita kita break down itu ada wilayah infrastruktur, teknisi, dan lain-lain. Makanya, kita harus bedakan antara ICT sama sistem informasi, haha…mumet kan? Nah, yang dibilang Mas Woyo itu tadi sistem informasi. Bicara ideal itu bukan dari outputnya, tapi dari prosesnya. Misalnya rencananya bagus, implementasinya bagus, pengembangannya bagus, jadi siklusnya berjalan”,  simpul Sugeng Wibowo dengan senyum yang tersimpul. (KAN)

sugeng_webSugeng Wibowo pernah sebagai penanggungjawab Teknis Tim Pengelola Website Presiden RI di Air Putih pada tahun 2006-2007. Koordinator Tim Web & Pusat Data di Yayasan Air Putih pada tahun 2005-2007. Koordinator Teknis Program ICT Women KOWANI tahun 2008. Manager Operasional PT MyIndo Cyber Media  pada tahun 2006-2009.

 

 

 

kuswoyoKuswoyo pernah menjadi Redaktur Majalah Youngster. Dan pernah menjabat sebagai Divisi Kemitraan, SatuDunia. Dan sekarang Kuswoyo menjabat Riset and Development PT. Inprima Communication.